BAGANSIAPI-API, RIAU – Kalangan petani di Kabupaten Rokan Hilir mengeluhkan soal masih rendahnya harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, yang masih berada di kisaran Rp500 per kilogram. Hal itu seperti diungkapkan Agus (36) seorang petani sawit di Labuhan Tangga Kecil, Bangko pada satu kesempatan kemarin. (Baca : Harga Sawit Riau 12-18 Desember 2018, Naik Rp 66,41/Kg)

“Saat ini harganya Rp500 per kilogram, bahkan ada yang hanya Rp400 padahal sebelumnya cukup tinggi mencapai Rp900 per kilogram,” keluh Agus. Ia menerangkan tidak mengetahui persis berapa harga untuk di tingkat pabrik karena memang harga tersebut berlaku ketika TBS dijual kepada pengepul atau pemborong. Biasanya pemborong ini mendatangi lokasi penimbangan maupun pengumpulan sawit warga petani di titik-titik yang sudah ditentukan umumnya berada di pinggiran jalan lintas.

Diperkirakan karena memakai jasa angkutan pengepul ini turut mempengaruhi pada rendahnya nilai jual TBS karena dipotong biaya pengangkutan. Ia menambahkan kondisi itu sudah berlangsung dalam dua bulan belakangan, dan sejauh ini belum ada tanda bakal terjadinya kenaikan harga TBS.

Hal senada diungkapkan Masrul (38), ia mengeluhkan soal harga yang rendah sehingga berpengaruh pada pendapatan. “Sebelumnya bisa untuk ditabung sebagian, tapi sekarang cukup untuk keperluan sehari-hari terpakai,” katanya.

Ia mengaku memang tak bisa meraup pendapatan maksimal karena untuk penjualan di lepaskan ke pengepul dengan harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan mengantar langsung ke pabrik. Di samping itu untuk kegiatan pemanenan atau mendodos pun melibatkan tenaga kerja yang dibayar dengan sistem upah yang telah disepakati bersama.(izl)

Sumber : riaupos.co/192908-berita-petani-keluhkan-harga-tbs-rendah.html#.XDGd3fZuLIU